Centhini – 40 Malam Mengintip Sang Pengantin

Centhini - 40 Malam Mengintip Sang Pengantin 3Sebuah novel berbahasa Indonesia, digubah oleh Sunardian Wirodono, berdasar karya klasik sastra Jawa, “Serat Centhini ” karya Susuhunan Pakubuwana IV Kraton Surakarta Hadiningrat (bertahta pada tahun 1820-1823), yang ditulis pertama kali pada tahun 1815.

Karya gubahan setebal 510 halaman ini, diterbitkan pertama kali oleh Diva Press, Yogyakarta, pada Mei 2009. Merupakan upaya pertama kali untuk secara lengkap menggubah karya serat tersebut dalam bentuk novel dan dengan bahasa Indonesia.

Bisa dikatakan, ini adalah upaya yang cukup mendekati penggubahan karya sastra klasik tersebut dalam bentuknya yang komprehensif, lengkap, mewakili dari Serat Centhini atau Suluk Tambangraras yang terdiri dari 12 jilid tersebut.

Centhini - 40 Malam Mengintip Sang Pengantin 2

Seperti umum mengetahui, Serat Centhini adalah sebuah karya sastra klasik, yang berisi mengenai berbagai entri kebudayaan Jawa. Bahkan, disebut-sebut, Serat Centhini adalah sebuah corpus, mahakarya sastra klasik Jawa yang kontemporer, karena memuat pengetahuan, informasi, mengenai kebudayaan Jawa secara lengkap. Dari kuliner, kesenian, agama, kebatinan, gender, dan sexualitas.

Bahkan untuk bagian yang terakhir itu, Serat Centhini diyakini merupakan karya sastra Jawa saat itu, yang secara blak-blakan mengungkapkan sex sebagai life-style, perilaku, yang tak kalah liar dengan fantasi manusia pada jaman modern ini. Bahkan, sebagian besar menganggap Serat Centhini adalah buku porno karena mengungkapkan sex secara terbuka dan liar.

Sunardian Wirodono, melakukan interpretasi kreatif, dengan tanpa menghilangkan citarasa karya klasik tersebut, meski pun dengan detail dan cerdas ia menyiasatinya dengan pendekatan dan penceriteraan yang modern. Yakni, lancar, komunikatif, dengan idiom-idiom kontemporer yang kadang menggelitik.

Novel gubahan ini, terdiri dari tiga buku, (1) Centhini, 40 Malam Mengintip Sang pengantin, (2) Centhini, Perjalanan Cinta, dan (3) Cebolang, Sang Petualang Jalang, yang ketiga diterbitkan oleh Diva Press.

Bagi mereka yang sulit memahami karya asli Serat Centhini (yang tentu saja dalam bentuk aslinya berbahasa Jawa klasik), akan merasa tertolong dengan novel berbahasa Indonesia ini.

Tentang Penulis

SUNARDIAN WIRODONO, lahir di Yogyakarta, Sabtu Wage, 4 Maret 1961. Pada tahun 1994-1997 bekerja sebagai designer program dan script-writer di PT INDOSIAR VISUAL MANDIRI, Jakarta. Tahun 2000 menjadi script editor di PRIMA ENTERTAINMENT, Jakarta. Tak lama kemudian, memilih kembali menjadi penulis freelance, dan bersama teman-temannya, mendirikan XMAL SINDIKASI Jakarta, rumah produksi untuk televisi program. Tapi ditinggalkan pada tutup tahun 2003, dan bersama teman-teman yang lain, mendirikan Equapro (Equality Production, 2003-2004) Jakarta, Direktur Operasional Kakipena Communications (Kinacom) Jakarta, dan terakhir Direktur Program Equality Communications Yogyakarta.

Beberapa buku yang sudah ditulisnya: Lanskap Kota (Kumpulan Puisi, Karta Pustaka, 1980), Jakarta ‘kan Tenggelam Sebentar Lagi” (Kumpulan Puisi, Wiwara, 1984), Sri Sultan HB IX, Pemimpin Demokrat Indonesia (Yayasan Wiwara, Yogyakarta, 1988), Gerakan Politik Indonesia 1993 (Puspa Swara, Jakarta, 1994), Gerakan Politik Indonesia 1994 (Puspa Swara, Jakarta, 1995), Kanjeng Ratu Kidul; Biografi Politik (manuscript, 1996), Menemu Dunia (Semesta, Yogyakarta, 1999), Militerisme di Indonesia (LpiST, Jakarta, 2000), Menggugat Harmoni Gender (Bunga Rampai, Rifka Annissa, Yogyakarta, 2000), Pemukiman Layak untuk Rakyat (LpiST, Jakarta, 2000). Editor untuk buku: Getar Gender I; Perempuan Indonesia dalam Perspektif Sosial, Politik, Ekonomi, Hukum dan HAM (IndonesiaTera, 2004), Getar Gender II; Perempuan Indonesia dalam Perspektif Agama, Budaya, dan Keluarga (IndonesiaTera, 2004), Anonim, My Hero! (novel politik, Galang Press, 2004), Matikan TV-mu! (Resist Book, 2005), Menuju Bantul (novel, 2006, cetak ulang 2008), Syahie Panyang Aceh (skenario film, Depbudpar, 2006), Syahie Panyang Aceh (novel, DivaPress, Yogyakarta, 2009), Bukan Reformasi tapi Restorasi (Biografi Budaya Sri Sultan HB X, Merti Nusantara, 2009), Centhini 40 Malam Mengintip Sang Pengantin (novel, DivaPress, Yogyakarta, 2009).

Keterangan Detail:

Judul Buku: Centhini : 40 Malam Mengintip Sang Pengantin.
Penulis: Sunardian Wirodono
Penerbit: Diva Press Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Mei 2009
Tebal Buku: 510 halaman

Pranala:

Iklan
%d blogger menyukai ini: