Centhini: Tembang Perjalanan Mencari Diri Dan Cinta Sejati

Centhini begitu melupakan dirinya sendiri dan begitu mengabdi kepada para junjungannya sehingga akhirnya dia memudar, padu lebur dan larut, lenyap dari Suluk, pulang ke zatnya yang sejati, ilahi. Adalah seorang perempuan bernama Elizabeth D. Inandiak, berhasil menguak satu lembar sastra Jawa yang tersembunyi dan hampir terlupakan ke dalam kancah dunia sastra Indonesia yang sedang sumringah [...]

Serat Centhini, Karya Sastra Besar di Dunia

Serat Centhini yang mulai ditulis pada tahun 1814 – 1823 oleh Putera Mahkota Kerajaan Surakarta, Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V) merupakan sebuah karya sastra besar di dunia. Setelah menjadi Raja Surakarta, Sunan Paku Buwana V mengutus tiga pujangga keraton yaitu Ranggasutrasna, Yasadipura II (Ranggawarsita I), dan Sastradipura untuk meneruskan membuat cerita tentang [...]

Serat Centhini: Kekayaan Nusantara, Pelajaran dari Mancanegara

“Allah menutup tangan atau membukanya bagi yang Ia kehendaki. Takdir tidak dapat ditebak. Terkadang di awalnya ulung dan di akhirnya hina, terkadang semula kasar kemudian meningkat berjiwa mulia.” Serat Centhini adalah karya sastra besar dari khazanah kesusastraan Jawa. Kitab ini merupakan karya kolektif, gubahan bersama di bawah pimpinan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amengkunagara III, [...]

Centhini: Kekasih yang Tersembunyi – Tempo

”…Kehidupan saya dan kehidupan penyair Jawa sejak berabad-abad, semua menyatu. Segala yang pernah saya alami di Jawa dan di tempat lain di Bumi ada dalam karya yang janggal, ajaib, dan raksasa itu, yang kelihatannya begitu cerai-berai, namun intinya begitu sempurna. Saya seakan ingin mencebur ke sungai yang luas, membiarkan diri ditelan tembang-tembang dan lenyap dalam [...]

Serat Centhini Versi Indonesia Diterbitkan

YOGYAKARTA, KOMPAS – Manuskrip tertua dalam bahasa Jawa, yang dikenal dengan nama Serat Centhini , akhirnya diterbitkan secara lengkap ke-12 jilidnya dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya, serat ini hanya diterbitkan dalam cuplikan-cuplikan per jilid saja. Terbitan baru yang diterjemahkan oleh penyair dan penulis Perancis Elizabeth D Inandiak ini disadur dari Serat Centhini versi bahasa Perancis dan [...]

Mereka yang Membaca Centhini

Prakarsa Rakyat, Bandung – Seorang perempuan bule mendongeng dengan logat yang terdengar asing. Ia bercerita dari atas panggung yang dipenuhi oleh balon-balon berwarna bening dari kondom yang bergelantungan. Di sampingnya ikut duduk lelaki tambun yang sesekali menimpali bercerita. Perempuan itu sedang berkisah tentang seseorang bernama Cebolang , yang menyamar jadi ledek, sedang menyodomi tumenggung yang [...]

Centhini, Si Cantik yang Kontroversial

Bagi sejumlah ahli Jawa, Serat Centhini terlalu suci untuk diterjemahkan, sedangkan bagi pakar lainnya, Serat Centhini terlalu kotor. Demikian tertulis dalam bab pertama yang berjudul Pengakuan Centhini dari buku karya penulis asal Perancis Elizabeth D Inandiak, Centhini Kekasih yang Tersembunyi . Dua hal yang tampaknya saling bertentangan itu menghasilkan satu kenyataan yang sama. Selama dua [...]

Budaya Jawa di Mata Seorang Elizabeth

KOLABORASI penulis asal Prancis, Elizabeth D. Inandiak, dengan penari Didi Nini Thowok menarik untuk diapresiasi. Bertempat di Aula CCF de Bandung, Jln. Purnawarman No. 32 Bandung, Jumat (7/10) mereka menggelar pertunjukan “Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan” yang diangkat dari “Serat Centini ” sebuah karya sastra Jawa klasik, yang ditulis pada 26 Muharam 1230 tahun [...]

Centhini: Nafsu Terakhir

Setan dilaknat Tuhan bukan karena jatuh dalam belenggu hasrat dunia dan syahwat seksual, tetapi karena ia telah terjebak pada nafsu keakuannya: merasa lebih hebat dari Adam.

Centhini: Ia yang Memikul Raganya

Jilid ketiga Buku Centhini karya ini Elizabeth D. Inandiak mengisahkan tentang pengembaraan Amongraga setelah meninggalkan istrinya dengan sedih hati. Dalam pengembaraan itu, ia berkeinginan menyatu dengan Allah, sehingga ia mabuk dalam asyik-masyuk. Dia mendirikan padepokan di pantai selatan Mataram. Santrinya mencapai empat ribu orang lebih, pria dan wanita. Namun mereka seolah tak mempunyai otak, seperti [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.