Menu Tongseng Tupai dari Serat Centhini

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seporsi tongseng di atas meja itu terlihat aneh. Di antara potongan-potongan daging dalam genangan kuah kuning kecokelatan itu menyembul selarik ruas-ruas tulang berbalut daging sepanjang sejengkal dengan satu ujungnya lancip. Ya, benda aneh itu memang sepotong ekor tupai. Nama masakannya juga cukup aneh: Tongseng Bajing Mlumpat alias Tongseng Tupai Melompat. Jangan merasa [...]

Kuliner Tempo Dulu Versi Serat Centhini

Di tengah hiruk pikuk kemunculan berbagai jenis masakan atau makanan modern, kuliner “tempo doeloe” yang dikenal dengan sebutan jajanan pasar ternyata tetap saja eksis. Terutama di kalangan masyarakat Jawa, jajanan pasar masih dilestarikan, diuri-uri. Lihat saja upacara panen raya, atau pesta pernikahan, pindah rumah dll, jajanan pasar tidak ketinggalan dijadikan sebagai bagian dari uba rampe [...]

Sisi Lain Serat Centhini: Sebuah Tafsir Visual

Galeri Salihara akan mengadakan Pameran Fotografi Fendi Siregar pada tanggal 19-30 Nopember 2009. Pameran ini menampilkan sekitar 40 dari 11 ribuan foto karya Fendi Siregar, yang dikerjakannya selama tiga tahun. Dalam bentang waktu yang cukup panjang itu ia berupaya memberi tafsir atas Serat Centhini, naskah klasik yang hidup di kalangan masyarakat Jawa.

Serat Centhini, Karya Sastra Besar di Dunia

Serat Centhini yang mulai ditulis pada tahun 1814 – 1823 oleh Putera Mahkota Kerajaan Surakarta, Adipati Anom Amangkunagara III (Sunan Paku Buwana V) merupakan sebuah karya sastra besar di dunia. Setelah menjadi Raja Surakarta, Sunan Paku Buwana V mengutus tiga pujangga keraton yaitu Ranggasutrasna, Yasadipura II (Ranggawarsita I), dan Sastradipura untuk meneruskan membuat cerita tentang [...]

Serat “Centhini” Porno?

RUU APP sekonyong- konyong muncul lagi dengan nama baru, RUU Pornografi atau RUU Porno. Disebut ”sekonyong-konyong” karena anggota parlemen RI terhormat telah meloloskan draf terbaru tanpa pemberitaan luas kepada masyarakat. Perubahan nyata dari RUU Porno ini adalah penciutan menjadi 52 pasal, dari sebelumnya 93 pasal. Napasnya masih sama, yakni pengaturan moral seseorang. Pendefinisian pornografi pun [...]

UGM Launching Buku Saduran Serat Centhini Jilid V-XXII

Fakultas Ilmu Budaya UGM meluncurkan buku saduran Serat Centhini jilid V-XXII. Peluncuran berlangsung di Auditorium Poerbatjaraka FIB UGM dihadiri Mendiknas RI Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD, Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Prof Dr Retno Sunarminingsih Sudibyo MSc Apt, Dekan FIB Dr Ida Rochani [...]

Pentas Cebolang Minggat

TEMPO Interaktif, Jakarta: Balon bertebaran di panggung Teater Salihara, Jakarta. Bukan balon biasa, tapi kondom-kondom yang ditiup. Di dekat kaki dalang Slamet Gundono ada nasi tumpeng berhias kondom-kondom, yang juga membungkus berbagai elemen pertunjukan. Komunitas Wayang Suket, pada Jumat-Sabtu malam lalu, mempersembahkan Wayang Kondo M. Cebolang Minggat . Kisah Cebolang Minggat adalah salah satu bagian [...]

Centhini Menunggu di Depan Pintu

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pembantu itu setia menunggu di depan pintu. Di dalam kamar, sepasang pengantin baru telah 44 hari dan 44 malam tak banyak berbuat apa pun, apalagi berlaku layaknya suami-istri. Tapi sang pembantu itu, Chentini , tetap setia menunggu untuk mendengar kabar pasangan pengantin baru itu memadu cinta. Centhini memang mengemban tugas dari orang [...]

Serat Centhini Versi Indonesia Diterbitkan

YOGYAKARTA, KOMPAS – Manuskrip tertua dalam bahasa Jawa, yang dikenal dengan nama Serat Centhini , akhirnya diterbitkan secara lengkap ke-12 jilidnya dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya, serat ini hanya diterbitkan dalam cuplikan-cuplikan per jilid saja. Terbitan baru yang diterjemahkan oleh penyair dan penulis Perancis Elizabeth D Inandiak ini disadur dari Serat Centhini versi bahasa Perancis dan [...]

Mereka yang Membaca Centhini

Prakarsa Rakyat, Bandung – Seorang perempuan bule mendongeng dengan logat yang terdengar asing. Ia bercerita dari atas panggung yang dipenuhi oleh balon-balon berwarna bening dari kondom yang bergelantungan. Di sampingnya ikut duduk lelaki tambun yang sesekali menimpali bercerita. Perempuan itu sedang berkisah tentang seseorang bernama Cebolang , yang menyamar jadi ledek, sedang menyodomi tumenggung yang [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.